Merdeka Health

Merdeka Health | Ilmuan Temukan Obat Virus Ebola

merdeka-health-ilMerdeka Health | Ilmuan Temukan Obat Virus Ebolamuan-temukan-obat-virus

Merdeka Health | Ilmuan Temukan Obat Virus Ebola – Para ilmuwan Australia percaya bahwa mereka telah menemukan kunci untuk menghapuskan virus Ebola yang mematikan yang telah membunuh ribuan orang di Afrika. Periset dari Universitas Flinders. Emory University di AS dan CSIRO Australia telah menemukan “sel super” yang mereka katakan dapat bertindak sebagai “waduk” untuk mencegah agar virus tidak menyebar. Merdeka Hari Ini

Tim telah menemukan petunjuk bagaimana virus dapat terus hidup di mata korban yang selamat menderita uveitis. Salah satu komplikasi penyakit yang lebih serius dan umum. Sebuah bekas luka di mata korban ebola. Dokter Dr Ian Crozier, memimpin tim untuk menemukan. Berita Terbaru

Dr Crozier bekerja untuk Organisasi Kesehatan Dunia di Sierra Leone, Afrika barat, pada tahun 2014, saat dia mengontrak Ebola. Dokter mata Universitas Flinders Justine Smith. Yang memimpin tim peneliti SA, Mengatakan kepada Sunday Mail sebuah bekas luka di mata Dr Crozier yang meminta penelitian setelah dokter. Yang selamat dari virus tersebut, mengunjungi Australia. Merdeka Health

Kami mengambil sel (dari mata Dr. Cozier) ke CSIRO dan menginfeksi mereka dengan Ebola, membawanya kembali ke Flinders, memprosesnya dan melihat sel mana yang terpengaruh dan mana yang tidak.” kata Prof Smith. Merdeka Health

Prof Smith mengatakan bahwa Ebola dapat berkembang biak dengan mudah dalam sel epitel pigmen retina, yang ada sebagai satu lapisan sel tepat di bawah, dan melindungi. Retina di bagian belakang mata. Merdeka Health

Tapi yang kami temukan adalah bahwa sel-sel ini bisa melawan virus dan pasti bisa menghentikan penyebaran virus ke sekitar … atau mengandungnya.” katanya. Merdeka Health

Meskipun kelihatannya buruk. Mata bisa menangkap Ebola. Ini belum tentu benar jika yang kita lihat sebenarnya adalah penahanan virus yang sangat pandai oleh sel epitel.” katanya. Merdeka Health

Ebola pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976. Dan telah menjadi subjek dari 24 wabah yang diperkirakan antara tahun 2013 dan 2013. Wabah di Afrika Barat antara bulan Desember 2013 dan Januari 2016. Mempengaruhi 28.816 orang. menewaskan 11.310 orang. Ada wabah lain di Republik Demokratik Kongo pada bulan Mei tahun ini.

Sekitar satu dari empat orang Ebola. Yang selamat dari Sierra Leone menderita uveitis. Atau radang di dalam mata, yang bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan atau kebutaan. Mata sekarang bergabung dengan testis sebagai lokasi dimana virus Ebola hidup. Dapat ditemukan hingga satu tahun pasca infeksi. SBONAGA

Ilmuan Temukan Obat Virus Ebola

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Place Your Ad Here!
To Top