Merdeka Health

Merdeka Health | Bahaya Mikroplastik Dalam Garam Meja

Bahaya Kandungan Mikroplastik Dalam Beberapa Merek Garam Meja

Merdeka Health | Bahaya Mikroplastik Dalam Garam Meja – Menurut penelitian terbaru “Kontaminasi Garam Laut India dengan Mikroplastik dan Strategi Pencegahan Potensi” oleh Profesor Amritanshu Shriwastav dan Chandan Krishna Seth dari Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknik Lingkungan (CESE), IIT-Bombay, menemukan bahwa beberapa merek garam meja memiliki mikroplastik. di dalamnya. Agen Judi Bola

Studi ini diterbitkan pada 25 Agustus 2018 di Ilmu Lingkungan dan Penelitian Polusi, sebuah jurnal yang ditinjau secara internasional. Merdeka Hari Ini

Jadi, apa itu mikroplastik?

Mikroplastik adalah potongan kecil dari plastik, biasanya berukuran kurang dari 5 milimeter dengan diameter. Mereka terbentuk di lingkungan dari pembuangan dan pemecahan produk konsumen dan limbah industri di laut. Merdeka Health

Menurut para peneliti IIT-Bombay, sampel yang diuji menghasilkan 626 partikel mikroplastik. Penelitian lebih lanjut menyatakan bahwa 63 persen dari partikel mikroplastik berada dalam bentuk fragmen dan 37 persen dalam bentuk serat.

Baca juga: Manfaat Makanan Dari Daun Yang Harus Anda Ketahui

Itu artinya, satu kilogram garam mengandung 0,063 miligram mikroplastik. Mempertimbangkan konsumsi garam harian seseorang (hingga 5 gram), penelitian ini mengungkapkan bahwa rata-rata orang India mengkonsumsi sekitar 0,117 miligram mikroplastik setiap tahunnya. Merdeka News

Profesor Amritanshu berbicara tentang perlunya memahami meningkatnya kehadiran mikroplastik dalam rantai makanan manusia. India termasuk di antara tiga produsen garam terbesar untuk konsumsi domestik dan industri. Merdeka Health

Pakar kesehatan merasa bahwa konsumsi plastik dalam bentuk apa pun tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan masalah pencernaan yang serius. Para peneliti mengklaim bahwa sekitar 85 persen mikroplastik dapat dihilangkan dengan metode penyaringan pasir sederhana. Merdeka Health

Para peneliti telah menyebutkan bahwa tidak ada penelitian yang tersedia sampai saat ini yang berbicara tentang sisi gelap dari konsumsi mikroplastik. Berita Terkini

Bahaya Mikroplastik

Meski ukurannya kecil, mikroplastik memiliki luas permukaan yang besar. Pakar toksikologi lingkungan dari Universitas Katolik Soegijapranata, Budi Widianarko, menjelaskan permukaan plastik merupakan tempat menempelnya berbagai senyawa pencemar organik persisten (POPs).

“Paparan terhadap mikroplastik berisiko kontaminasi POPs. Selain itu, proses pembuatan plastik juga menggunakan bahan aditif seperti plasticisers yang bersifat toksik (beracun). Terakhir, yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian para ilmuwan justru plastiknya sendiri (PP, PE, PET, poliester, nilon, dll) yang dalam ukuran renik berperan sebagai kontaminan,” kata Budi kepada Tirto melalui pesan singkat, Selasa (03/06/2018).

Meski mekanisme toksisitas mikroplastik belum terungkap secara utuh, hingga kini para ilmuwan masih mempertanyakan terkait ada tidaknya plastik renik tersebut masuk dalam organisme yang bisa dimakan manusia. Sebab, sudah ada penelitian yang menunjukkan mikroplastik dapat ditransfer melalui rantai makanan. Merdeka Health

“Dengan ukurannya yang sangat kecil, juga ada risiko mikroplastik terserap oleh sistem pencernaan dan masuk ke peredaran darah. Tentu hal ini akan memiliki risiko kesehatan. Tapi sekali lagi, studi-studi tentang ini belum lengkap,” ungkap Budi. Berita Hari Ini

Banyak perdebatan muncul lantaran belum adanya studi yang memaparkan toksisitas mikroplastik secara lengkap. Namun, bukan berarti kita bisa mengabaikannya. Sebagai puncak piramida makanan, manusia patut mempertanyakan keamanan garam yang didapat dari lautan yang tercemar. Merdeka Health

Bahaya Kandungan Mikroplastik Dalam Beberapa Merek Garam Meja

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Place Your Ad Here!
To Top